HT Erry Nuradi

Nasdem
Sumatera Utara I
No. Urut 2

Tengku Erry Nuradi merupakan calon anggota legislastif DPR RI dari Partai Nasdem di daerah pemilihan Sumatera Utara I. Sebelum bergabung dengan Nasdem, Tengku Erry merupakan politisi Partai Golkar. Pada 2013-2016, ia menjadi Wakil Gubernur Sumatera Utara. Ia kemudian menggantikan Gatot Pujo Nugroho sebagai Gubernur. Gatot saat itu menjadi tersangka dan tahanan KPK.

21 April 2018, KPK  memeriksa Tengku Erry Nuradi yang saat itu menjabat Gubernur Sumatera Utara, Tengku erry diperiksa sebagai saksi untuk mengklarifikasi dua periode pemerintahan dan DPRD sebelumnya yang terkait dengan 38 tersangka dugaan suap mantan Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

Isu Terkait

Diperiksa sebagai Saksi Kasus Suap APBD Sumatera Utara
Teuku Erry diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus suap APBD Sumatera Utara yang melibatkan Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Ia salah satunya diperiksa pada 21 April 2018. Tengku Erry diperiksa dalam rangka untuk mengklarifikasi peristiwa dua periode pemerintahan dan DPRD Sumatera Utara, khususnya atas 38 anggota dewan Sumatera Utara yang telah ditetapkan sebagai tersangka.Dalam kasus tersebut, mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terbukti memberi suap kepada 38 anggota DPRD Sumatera Utara. Suap itu dimaksudkan untuk persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumatera Utara TA 2012-2014 dan persetejuan perubahan APBD Sumatera Utara TA 2013-2014.

Hadiri Pesta Pernikahan dengan Helikopter BNPP
Pada 11 Februari 2017 istri Tengku Erry Nuradi, Evi Diana, mengunggah foto ia bersama Tengku Erry sedang berada di helikopter untuk menghadiri pesta pernikahan anak Bupati Samosir. Unggahan tersebut mendapat kritik publik karena helikopter yang digunakan gubernur dan istrinya itu adalah milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP).

Istri Teuku Erry dan Suap APBD Sumatera Utara
15 November 2015, Evi Diana, istri Teuku Erry, diperiksa KPK dalam kasus suap pembahasan APBD Sumatera Utara 2012-2015. Ia diperiksa sebagai saksi untuk Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.Evi Diana merupakan salah satu anggota DPRD Sumatera Utara yang menerima uang suap dari Gatot Pujo Nugroho. Teuku Erry pasca diperiksa KPK pada 12 Oktober 2015 menyebut bahwa uang yang diterima istrinya sudah dikembalikan ke KPK.

Dugaan Korupsi saat Jabat Bupati Sergai
Tengku Erry Nuradi pernah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 8 miliar. Kasus tersebut diduga terjadi saat Teuku Erry menjabat sebagai Bupati Serdang Berdagai (Sergai).

PROFIL LENGKAP

Nama Lengkap : HT Erry Nuradi
Tempat & Tanggal Lahir
Medan, 30 Juni 1964
Agama : Islam
Riwayat Pendidikan
SD Methodist Medan (1976)




SMP Methodist Medan (1980)




SMA Negeri 4 Medan (1983)




Insinyur Teknik Elektro dari Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Medan (1990)




Magister Sains dari Program PWD USU, Medan (2009)




Doktor dari Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan (2017)




Pekerjaan Politik
Bupati Serdang Berdagai (2005-2013)




Wakil Gubernur Sumatera Utara (2013-2016)




Gubernur Sumatera Utara (2016-2018)




Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara




Pekerjaan Non Politik
Wakil Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara (1998-2001)




Ketua Kamar dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Medan




Ketua Umum Badan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)




Organisasi Politik
Wakil Bendahara DPP PDIP tahun 2000-2004; Bendahara Umum PDIP 2005-2007
Organisasi Non Politik
Wakil Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara (1998-2001)




Ketua Kamar dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Medan




Ketua Umum Badan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)




HIGHLIGHT

Tengku Erry Nuradi merupakan calon anggota legislastif DPR RI dari Partai Nasdem di daerah pemilihan Sumatera Utara I. Sebelum bergabung dengan Nasdem, Tengku Erry merupakan politisi Partai Golkar. Pada 2013-2016, ia menjadi Wakil Gubernur Sumatera Utara. Ia kemudian menggantikan Gatot Pujo Nugroho sebagai Gubernur. Gatot saat itu menjadi tersangka dan tahanan KPK.

21 April 2018, KPK  memeriksa Tengku Erry Nuradi yang saat itu menjabat Gubernur Sumatera Utara, Tengku erry diperiksa sebagai saksi untuk mengklarifikasi dua periode pemerintahan dan DPRD sebelumnya yang terkait dengan 38 tersangka dugaan suap mantan Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

LHKPN
Catatan atas Kepatuhan : Dari acch.kpk.go.id diketahui bahwa Tengku Erry Nuradi melapor LHKPN empat kali. Laporan pertama dan kedua dilaporkan saat ia masih menjabat Bupati Serdang Berdagai. Laporan ketiga pada 18 Februari 2010 ketika ia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara. Terakhir pada 14 November 2014 ketika menjabat sebagai gubernur di sisa jabatannya.









Berdasarkan Peraturan KPK No. 7 tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan LHKPN disebutkan bahwa LHKPN wajib disampaikan setiap satu tahun sekali dan disampaikan paling lambat tanggal 31 Maret secara online melalui elhkpn.kpk.go.id.
Catatan atas Kewajaran :


FILE/ DOKUMEN TERKAIT
Mohon maaf untuk saat ini daftar File/ Dokumen Terkait dari HT Erry Nuradi belum tersedia atau dalam proses input.

DAFTAR KERABAT

Evi Diana Br. Sitorus
Relasi: Istri
Informasi Lainnya: Nama Evi Diana masuk dalam daftar penerima uang dari kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo. Evi Diana dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Medan mengakui ia menerima ratusan juta rupiah. Evi Diana mengaku telah mengembalikan sejumlah uang ratusan juta rupiah yang diduga atas kasus suap yang melibatkan Gatot Pujo Nugroho kepada penyidik KPK Agus Rahardjo, tetapi pengembalian uang tersebut tidak menghentikan tindak pidana korupsi terhadap Evi Diana Sitorus.

DAFTAR BISNIS

CV Cipta Jaya
Relasi:
Jabatan: Komisaris
Jenis Usaha: Dagang, jasa,konstruksi

RIWAYAT POLITIK

PEMILU TAHUN 2014
Perolehan Suara: Bukan merupakan caleg petahana
PEMILU TAHUN 2019
Partai: Nasdem
Jabatan di Partai: Anggota
Dapil: Sumatera Utara I
No. Urut: 2
Jabatan di DPR 2014-2019



17 April 2019 nanti kita tidak hanya akan memilih Presiden dan Wakil Presiden melainkan juga anggota legislatif, mulai dari tingkat kabupaten/ kota, provinsi, hingga nasional. 89% anggota DPR RI 2014-2019 kembali dicalonkan kembali oleh partai politiknya. Tahukah kalian bagaimana rekam jejak mereka selama ini? Ayo, kenali dan evaluasi dulu sebelum menentukan pilihan.

Alamat

Jl. Kalibata Timur IV/D No. 6

(+62) 21 7901885 / 7994015

(+62) 21 7994005

rekamjejak@antikorupsi.org

Indonesia Corruption Watch

Kunjungi Sekarang