EDHIE BASKORO YUDHOYONO

Demokrat
Jawa Timur VII
No. Urut 1

Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas adalah anggota DPR dari Partai Demokrat. Ibas menjadi anggota dewan sejak periode 2009-2014. Pada Februari 2013, ia mengundurkan diri karena ingin fokus mengurus Partai Demokrat.

Ibas pernah disebut oleh Mantan Bendahara Partai Demokrat M. Nazaruddin menerima aliran dana terkait sejumlah kasus korupsi. Diantaranya adalah kasus korupsi proyek pengadaan alat kesehatan dan proyek wisma atlet.

Nama Ibas juga pernah disebut dalam persidangan kasus suap SKK Migas dengan terdakwa Rudi Rubiandini. Ia disebut dekat dengan Direktur PT Rajawali Swiber Cakrawala Deni Karmaina. Deni disebut berupaya agar PT Saipem yang dikawalnya dimenangkan dalam  tender proyek offshore Chevron di SKK Migas. Dalam kesempatan yang berbeda, Nazaruddin juga menyebut bahwa Ibas melalui PT Saipem juga ikut bermain proyek di SKK Migas.

Dari informasi mengenai calon anggota legislatif di infopemilu.go.id diketahui bahwa Ibas tidak berkenan mempublikasikan data riwayat hidupnya pada publik.

Isu Terkait

Kasus Korupsi


Nazaruddin dan Yulianis Sebut Ibas Terima Uang Terkait Kasus Hambalang
Terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin dan Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis kerap menyebut nama Ibas dalam kesaksian terkait kasus korupsi Hambalang.

Nama Ibas disebut oleh keduanya saat bersaksi dalam siang kasus gratifikasi proyek Hambalang dan pencucian uang dengan terdakwa Anas Urbaningrum. Yulianis menyebut bahwa dalam catatan keuangan Grup Permai ada aliran dana ke Ibas sebesar USD 200.000. Dana tersebut disebutnya berkaitan dengan pelaksanaan kongres Partai Demokrat 2010. Nazaruddin yang merupakan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat dan Bos Grup Permai juga menyebut hal yang sama.

Belum Diperiksa KPK dan Sanggahan Ibas
Meski namanya kerap disebut terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, Ibas belum sekalipun dipanggil KPK untuk diperiksa. Pada 2014, Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan bahwa KPK belum memanggil Ibas perihal kasus Hambalang karena pihaknya belum menemukan cukup bukti mengenai keterlibatan Ibas.

Di sisi lain, Ibas membantah tudingan Nazaruddin dan Yulianis. Ia menyebut tudingan tersebut tidak berdasar.


Disebut Terima USD 450.000 dari Perusahaan Nazaruddin
Tidak hanya terkait proyek Hambalang, Nama Edhie Baskoro atau Ibas disebut Nazaruddin menerima uang USD 450.000. Uang tersebut berasal dari PT Duta Graha Indah, perusahaan milik Nazaruddin yang memenangkan protek Wisma Atlet Jakabaring, Palembang.

Pada 9 Oktober 2014, Nazaruddin mengaku telah menyampaikan bukti adanya aliran uang ke Ibas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang disebutnya diserahkan di Hotel Kempinski.


Disebut dalam Persidangan Kasus Suap SKK Migas
Nama Edhie Baskoro disebut dalam persidangan kasus suap SKK Migas dengan terdakwa Rudi Rubiandini pada 4 Febrari 2014. Penyebutan nama putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono ini berawal dari pertanyaan pengacara Rudi, Rusdi A. Bakar, saat bertanya pada saksi Gerhard Maarten Rumeser, tenaga ahli bidang operasi SKK Migas.
Ia diketahu saksi mempunyai kedekatan dengan Direktur PT Rajawali Swiber Cakrawala Deni Karmaina. Deni disebut berupaya agar PT Saipem yang dikawalnya dimenangkan dalam tender proyek offshore Chevron di SKK Migas. Dalam kesempatan yang berbeda, Nazaruddin juga menyebut bahwa Ibas melalui PT Saipem juga ikut bermain proyek di SKK Migas.


PROFIL LENGKAP

Nama Lengkap : EDHIE BASKORO YUDHOYONO
Tempat & Tanggal Lahir
Bandung, 24 November 1980
Agama : Islam
Riwayat Pendidikan
SMAN 39 Cijantung, Jakarta 1999



Bachelor of Finance Ana E-Commerce, Curtin University, Australia



Master of Science-International Political Economy, Nanyang Technological University, Singapura







Pekerjaan Politik
Anggota DPR RI 2009-2014 dan 2014-2019



Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI 2014- 2019



Pekerjaan Non Politik
Asisten Direksi Gala Pangan
Organisasi Politik
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat 2010-2015



Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat 2015-2020



Ketua Departemen Kaderisasi DPP Partai Demokrat



Organisasi Non Politik
Asisten Direksi Gala Pangan

HIGHLIGHT

Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas adalah anggota DPR dari Partai Demokrat. Ibas menjadi anggota dewan sejak periode 2009-2014. Pada Februari 2013, ia mengundurkan diri karena ingin fokus mengurus Partai Demokrat.

Ibas pernah disebut oleh Mantan Bendahara Partai Demokrat M. Nazaruddin menerima aliran dana terkait sejumlah kasus korupsi. Diantaranya adalah kasus korupsi proyek pengadaan alat kesehatan dan proyek wisma atlet.

Nama Ibas juga pernah disebut dalam persidangan kasus suap SKK Migas dengan terdakwa Rudi Rubiandini. Ia disebut dekat dengan Direktur PT Rajawali Swiber Cakrawala Deni Karmaina. Deni disebut berupaya agar PT Saipem yang dikawalnya dimenangkan dalam  tender proyek offshore Chevron di SKK Migas. Dalam kesempatan yang berbeda, Nazaruddin juga menyebut bahwa Ibas melalui PT Saipem juga ikut bermain proyek di SKK Migas.

Dari informasi mengenai calon anggota legislatif di infopemilu.go.id diketahui bahwa Ibas tidak berkenan mempublikasikan data riwayat hidupnya pada publik.

LHKPN
Catatan atas Kepatuhan : Dari acch.kpk.go.id diketahui bahwa Edhie Baskoro Yudhoyono melaporkan LHKPN sebanyak dua kali, yaitu pada:



• 7 Desember 2009 dengan total harta Rp 4,43 miliar dan USD 85.136.



• 27 November 2014 dengan total harta Rp 11.38 miliar dan USD 58.057.







Peraturan KPK No. 7 tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan LHKPN disebutkan bahwa LHKPN wajib disampaikan setiap setahun sekali dan paling lambat tanggal 31 Maret secara Online. Pelaporan yang dilakukan oleh Edhie, belum mengacu pada ketentuan KPK yang dimaksud.
Catatan atas Kewajaran :


FILE/ DOKUMEN TERKAIT

Jenis File: LHKPN
Download: Klik Disini
Keterangan: Dokumen Pelaporan LHKPN Edhie Baskoro Yudhoyono Pelaporan Kedua

DAFTAR KERABAT

Siti Rubi Aliya Rajasa
Relasi: Istri
Informasi Lainnya: Ibu Rumah Tangga

DAFTAR BISNIS

PT Yastra Energi
Relasi:
Jabatan: Komisaris Utama
Tahun Menjabat: 30 A
Jenis Usaha: Trading produk pertambangan
Temuan: http://forum.detik.com/membongkar-gurita-perusahaan-milik-ibas-yudhoyono-t316834.html
Tidak disebutkan
Relasi:
Jabatan: Tidak disebutkan
Tahun Menjabat: Tidak
Jenis Usaha: bisnis pertambangan nikel
Temuan: http://www.riaupos.co/400-berita-cikeas-ii-ungkap-bisnis-edhie-baskoro.html#.XAtMxvkzbIV

RIWAYAT POLITIK

PEMILU TAHUN 2014
Partai: Demokrat
Dapil: Jawa Timur VII
Perolehan Suara: 243.747 Jabatan di Partai: Ketua Fraksi Partai Demokrat
PEMILU TAHUN 2019
Partai: Demokrat
Dapil: Jawa Timur VII
No. Urut: 1
Jabatan di DPR 2014-2019
Tahun dilantik: 2014
Komisi: Komisi X
Alat Kelengkapan Dewan: Badan Musyawarah



17 April 2019 nanti kita tidak hanya akan memilih Presiden dan Wakil Presiden melainkan juga anggota legislatif, mulai dari tingkat kabupaten/ kota, provinsi, hingga nasional. 89% anggota DPR RI 2014-2019 kembali dicalonkan kembali oleh partai politiknya. Tahukah kalian bagaimana rekam jejak mereka selama ini? Ayo, kenali dan evaluasi dulu sebelum menentukan pilihan.

Alamat

Jl. Kalibata Timur IV/D No. 6

(+62) 21 7901885 / 7994015

(+62) 21 7994005

rekamjejak@antikorupsi.org

Indonesia Corruption Watch

Kunjungi Sekarang