MELCHIAS MARCUS MEKENG

Golongan Karya
NTT I
No. Urut 1


Punya informasi tambahan? Klik Disini

Melchias Marcus Mekeng merupakan anggota DPR RI 2014-2019 dari Partai Golkar. Anggota dewan yang telah menjabat sejak tahun 1999 ini beberapa kali menempati posisi strategis di DPR, di antaranya Ketua Badan Anggaran dan Anggota Pansus Kasus Bank Century. Saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi XI (keuangan dan perbankan) serta Ketua Fraksi Golkar.
 
Mekeng beberapa kali diperiksa sebagai saksi dalam sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK. Mulai dari kasus penerimaan hadiah pengalokasian dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kasus suap pengadaan wisma atlet SEA Games, dan mega korupsi KTP Elektronik. Nama Mekeng disebut oleh Setya Novanto sebagai salah satu penerima suap.

Pada 19 September 2018, Mekengdipanggil KPK untuk menjadi saksi atas kasus korupsi PLTU Riau yang melibatkan kolega partainya, Eni Mulyani Saragih dan Idrus Marham.

Isu Terkait

Pernah mencalonkan diri menjadi Ketua OJK
Dalam posisinya sebagai Ketua Komisi XI yang membidangi masalah keuangan dan perbankan, Melchias Markus Mekeng pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022.

Dikritik GMPG : Golkar Tidak Sensitif pada Isu Korupsi
Pengangkatan Melchias Marcus Mekeng menjadi Ketua Fraksi Golkar dikritik Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG). Menurut GMPG Partai Golkar tidak sensitif terhadap isu korupsi dan tidak sejalan dengan semboyan Golkar Bersih. Sebab nama Mekeng telah sering dikaitkan dengan beberapa kasus korupsi, seperti korupsi KTP elektronik dan PPID.

Diperiksa Terkait Sejumlah Kasus Korupsi
Melchias Marcus Mekeng beberapa kali diperiksa KPK atas sejumlah kasus korupsi. Ia diduga terlibat dalam kasus mega korupsi proyek KTP Elektronik (e-KTP), Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Hambalang, dan Wisma Atlet. Meski demikian, KPK belum pernah menetapkan Mekeng sebagai tersangka.

Dugaan Keterlibatan Kasus Wisma Atlet
Pada 29 November 2012, terdakwa kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin menyebut bahwa Pimpinan Badan Anggaran Melchias Marcus Mekeng dan Olly Dondokambey menerima uang dari pengurusan proyek Wisma Atlet.

Dugaan Keterlibatan Kasus PPID
Melchias Marcus Mekeng beberapa kali diperiksa KPK terkait dugaan kasus korupsi Percepatan Pembangunan Infrastrktur Daerah (PPID). Pada 10 September 2012, Mekeng diperiksa sehubungan dengan peran pimpinan Badan Anggaran dalam alokasi DPID. Mantan pimpinan Banggar tersebut kembali diperiksa pada 13 Maret 2013.

Mekeng menjelaskan bahwa pemeriksaannya tersebut sebagai saksi untuk tersangka Haris Andi Surahman. Dugaan keterlibatan Mekeng muncul dalam kesaksian tersangka Wa Ode Nurhayati yang juga merupakan anggota Badan Anggaran DPR RI. Wa Ode menyebut Mekeng selaku pimpinan Banggar ikut bermain dalam kasus tersebut.

Dugaan Keterlibatan Kasus e-KTP
KPK pada 4 Juni 2018 memeriksa Melchias Marcus Mekeng terkait penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan KTP Elektronik (e-KTP). Mekeng diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. Irvanto yang merupakan keponakan Setya Novanto menyebut bahwa ia menyerahkan uang sebesar 1 juta dollar Amerika Serikat kepada Melchias Marcus Mekeng dan Markus Nari. Tersangka Setya Novanto saat bersaksi untuk terdakwa Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana juga membenarkan bahwa ia menyaksikan penyerahan uang tersebut.

Dugaan Keterlibatan dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PLTU Riau
Melchias Marcus Mekeng diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 untuk tersangka Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Mekeng diduga mengetahui sejumlah proses negosiasi pembangunan PLTU Riau-1 karena tersangka Eni Saragih kerap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Mekeng yang merupakan Ketua Fraksi Golkar. Kasus ini masih dalam proses hukum hingga saat ini.

Menolak Hak Angket DPR untuk Kasus e-KTP
Melchias Markus Mekeng mengaku tidak setuju dengan penggunaan hak angket DPR untuk KPK. Ia tidak mau dianggap bersembunyi dibalik hak angket karena namanya disebut-sebut mendapatkan aliran dana proyek e-KTP. Mekeng berharap KPK dapat menjalankan perannya dalam mengusut kasus korupsi tersebut dan diproses secara hukum, sehingga dirinya bisa melakukan klarifikasi di pengadilan.

Tanggapan/ Bantahan terhadap Dugaan Keterlibatan Kasus Korupsi
Melchias Marcus Mekeng merasa dirinya menjadi korban fitnah atas dugaan keterlibatannya dalam sejumlah kasus korupsi. Ia membantah semua pernyataan terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Tipikor yang menyebutnya menerima uang hasil proyek e-KTP. Ia juga membantah tuduhan Pengacara Eni Maulani Saragih, Fadli Nasution yang menyebut dirinya sering menanyakan proyek pembangunan PLTU Riau-1 kepada Eni.

Mendorong Tindak Lanjut Kasus Bank Century
Melchias Markus Mekeng sebagai mantan anggota Pansus Hak Angket Bank Century menyarankan agar KPK menindaklanjuti penelusuran kasus Bank Century. Hal ini disampaikan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan praperadilan yang diajukan LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait kasus dana talangan (bailout) Bank Century.

PROFIL LENGKAP

Nama Lengkap : MELCHIAS MARCUS MEKENG
Tempat & Tanggal Lahir
Jakarta, 08 Desember 1963
Agama : Kristen Katholik
Riwayat Pendidikan
1. SD Regina Pacis Jakarta (1970–1976)



2. SMP Regina Pacis Jakarta (1976–1979)



3. SMA Regina Pacis Jakarta (1979–1982)



4. S1 di De La Sale University, Metro–Manila (1982 – 1987)
Pekerjaan Politik
1. Anggota MPR RI Utusan Daerah tahun 1999-2004;



2. Anggota DPR RI tahun 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019;
Pekerjaan Non Politik
1. Direktur Utama PT Mesana Investama Utama (1995 – 2005)



2. Direktur Utama Petrada Widya Rhadasa (pengembang Capa Resort Maumere di Flores) sejak 2015
Organisasi Politik
1. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sikka (2006-2010)



2. Wakil Bendahara DPP Partai Golkar (2009-2015)



3. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali Nusa Tenggara DPP Partai Golkar (2014–2019)



Organisasi Non Politik
1. Direktur Utama PT Mesana Investama Utama (1995 – 2005)



2. Direktur Utama Petrada Widya Rhadasa (pengembang Capa Resort Maumere di Flores) sejak 2015

HIGHLIGHT

Melchias Marcus Mekeng merupakan anggota DPR RI 2014-2019 dari Partai Golkar. Anggota dewan yang telah menjabat sejak tahun 1999 ini beberapa kali menempati posisi strategis di DPR, di antaranya Ketua Badan Anggaran dan Anggota Pansus Kasus Bank Century. Saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi XI (keuangan dan perbankan) serta Ketua Fraksi Golkar.
 
Mekeng beberapa kali diperiksa sebagai saksi dalam sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK. Mulai dari kasus penerimaan hadiah pengalokasian dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kasus suap pengadaan wisma atlet SEA Games, dan mega korupsi KTP Elektronik. Nama Mekeng disebut oleh Setya Novanto sebagai salah satu penerima suap.

Pada 19 September 2018, Mekengdipanggil KPK untuk menjadi saksi atas kasus korupsi PLTU Riau yang melibatkan kolega partainya, Eni Mulyani Saragih dan Idrus Marham.

LHKPN
Catatan atas Kepatuhan : Dari situs acch.kpk.go.id, Melchias M. Mekeng diketahui melaporkan LHKPN sebanyak lima kali, yaitu pada 11 April 2001, 26 Agustus 2004, 07 Desember 2006, 21 Januari 2010, dan 30 Maret 2015.







Padahal, berdasarkan Peraturan KPK No. 7 tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan LHKPN disebutkan bahwa LHKPN wajib disampaikan setiap satu tahun sekali dan disampaikan paling lambat tanggal 31 Maret secara online melalui elhkpn.kpk.go.id.
Catatan atas Kewajaran : Jumlah harta kekayaan pada tahun 2004 sebesar Rp 9.109.210.151,- meningkat selama dua tahun (pada 2006) menjadi Rp 16.628.136.587,- dan USD 18.068. Pada tahun 2010 jumlah hartanya Rp 19.927.741.568,- dan USD 917, dan meningkat dalam 5 tahun (2015) menjadi Rp 87.360.405.784,- dan USD 5.731


FILE/ DOKUMEN TERKAIT
Mohon maaf untuk saat ini daftar File/ Dokumen Terkait dari MELCHIAS MARCUS MEKENG belum tersedia atau dalam proses input.

DAFTAR KERABAT

Maria Laurentia Widyana Soehadi
Relasi: Istri
Informasi Lainnya: -
Petrus Hadi Satria
Relasi: Anak
Informasi Lainnya: -
Raphael Ananda Perkasa
Relasi: Anak
Informasi Lainnya: -
3) Daniel Putra Gemilang
Relasi: Anak
Informasi Lainnya: -

DAFTAR BISNIS

PT Mesana Investama Utama
Relasi:
Jabatan: Direktur Umum
Tahun Menjabat: 1995
Jenis Usaha: Layanan Keuangan (Pasar Modal)
PT Emco Asset Management
Relasi:
Jabatan: Senior Advisor
Tahun Menjabat: 2011
Jenis Usaha: Pasar Modal dan Pasar Uang
PT Petrada Widya Rhadasa
Relasi:
Jabatan: Direktur Utama
Tahun Menjabat: 2015
Jenis Usaha: Perhotelan
Temuan: Capa Resort Maumere yang terletak di Flores, NTT, merupakan salah satu resort yang dikelola oleh PT Petrada Widya Rhadasa. Sejak 17 Mei 2017, perusahaan Mekeng bekerjasama dengan PT Sahid International Hotels Management & Consultant untuk pengelolaan Resort yang dibangun di atas lahan seluas 5.500 m2. Capa Resort Maumere berkapasitas 35 ruang kamar dan menelan biaya investasi sekitar Rp 30 Miliar (Bisnis.com, 2017)

RIWAYAT POLITIK

PEMILU TAHUN 2014
Partai: Golongan Karya
Dapil: Nusa Tenggara Timur I
Perolehan Suara: 73.120 Jabatan di Partai: Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali Nusa Tenggara DPP Partai Golkar tahun 2014 – 2019
PEMILU TAHUN 2019
Partai: Golongan Karya
Dapil: NTT I
No. Urut: 1
Jabatan di DPR 2014-2019
Tahun dilantik: 2014
Keterangan Lantik: -
Komisi: Komisi XI
Alat Kelengkapan Dewan: Komisi
Informasi lain: -



17 April 2019 nanti kita tidak hanya akan memilih Presiden dan Wakil Presiden melainkan juga anggota legislatif, mulai dari tingkat kabupaten/ kota, provinsi, hingga nasional. 89% anggota DPR RI 2014-2019 kembali dicalonkan kembali oleh partai politiknya. Tahukah kalian bagaimana rekam jejak mereka selama ini? Ayo, kenali dan evaluasi dulu sebelum menentukan pilihan.

Alamat

Jl. Kalibata Timur IV/D No. 6

(+62) 21 7901885 / 7994015

(+62) 21 7994005

rekamjejak@antikorupsi.org

Indonesia Corruption Watch

Kunjungi Sekarang